Showing posts with label aziil anwar. Show all posts
Showing posts with label aziil anwar. Show all posts

Friday, November 20, 2015

Titip Rindu Untukmu Zet



Titip Rindu Untukmu Zet.

Aku hanya bisa mengagumimu
Aku hanya bisa memujamu
Tak lebih dari itu
Karena aku tak bisa memilikimu
tak lebih dari itu
Sebab aku tak mungkin akan selalu bersamamu

jatuh cinta.. mungkin saja
dan rasanya itu adalah anugerah terindah diusiaku ini
bahagia…tentu saja
bahkan hanya dengan membelai tanganmu..aku melayang…
aku terjebak dalam rindu yang salah

terkadang kebahagian datang menghampiri dengan sifat manjamu,  senyum manismu
meski terkadang juga hati ini perih dengan sikap acuhmu yang begitu menggemaskan
senang melihat kau tersenyum menerima hadiah-hadiah kecil dariku
sangat bahagia ketika kau mau membuatkan secangkir teh
terima kasih untuk segala keikhlasan yang kau berikan
dan aku ingin senyummu terus menghiasi hari harimu kedepan
menemani masa-masa remajamu yang masih panjang

tetaplah menjadi yang terbaik
menyenangkan bagi semua orang
mempesona dan mengagumkan
cuek tapi mengasihi..

esok dan hari-hari selanjutnya
terbayang pasti ruang kerjaku yang akan sepi dan dingin
tanpa hadirmu, tanpa senyum manja dan gelak tawamu yang menggemaskan
mungkin bagimu itu biasa-biasa saja
tapi aku rindu  saat-saat seperti itu
mungkin nanti.. bersama lembaran-lembaran potretmu
kan kunikmati setiap detik rasa rinduku

Titip rinduku selalu…

Nov. 21. 2015


Sunday, December 1, 2013

AKU INGIN ANAK-ANAKKU TERBIASA MERASA LAPAR



Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar mereka tahu arti kenikmatan sepiring nasi
Dan jika nanti mereka diberi kesempatan untuk memilih
Aku ingin mereka menikmatinya sebagai karunia ilahi
Bukan karena mereka pantas mendapatkannya

Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar disaat mereka kenyang, mereka tidak lapar lagi
Lapar pada hal-hal yang akan membuat mereka sakit
Lapar pada kekuasaan..lapar pada harta benda
Dan terus merasa lapar hingga mereka sendiri lupa
Apa sesungguhnya makna lapar

Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar mereka terbiasa berbagi dengan orang lain yang lebih lapar
Agar mereka terbiasa berbagi sedikit rezeki dengan yang lain
Dan tidak menyimpan rezeki yang diberi Tuhan hanya untuk
                                                                  memenuhi rasa lapar lainnya yang mulai mereka rasakan

Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar mereka tidak terbiasa membuat orang menjadi lapar
Hanya karena lapar ingin mengambil hak orang lain
Lapar ingin  mengambil uang negara
Lapar ingin cepat menjadi orang yang tak pernah lapar.

Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar mereka tahu bahwa banyak orang yang tak pernah merasa kenyang
Meski mereka secara teratur disiapkan makanan oleh para pelayannya
Dengan berbagai jenis dan rasa yang entah apa namanya
Namun mereka tetap merasa lapar dan lapar
Karena lapar mereka yang sesungguhnya adalah penyakit

Aku ingin anak-anakku terbiasa merasa lapar
Agar mereka selalu ingat aku..sang ayah yang sering menahan lapar
Agar mereka sesering mungkin terbiasa merasa lapar.


Aziil Anwar
Jam 12.35 wib, akhir November 2013,
diantara tumpukan makanan di Red Hotel Jakarta

Monday, July 29, 2013

Sang Komprador Hutan

SANG KOMPRADOR



Diantara semilir angin pegunungan
Diantara batas hutan  dan pemukiman
Diantara tetes keringat  petani malang
Sayup terdengar isak generasiku
Renungi alam …semakin  gersang
Oh….hutan semakin tak berdaya
Saksi bisu tingkah laku manusia
Tebang habis tinggalkan kehancuran
Tak perduli nasib anaknya
Tak perduli nasib  cucunya
Tak perduli nasib generasi  nanti

Diantara damainya suasana desa
Hutan tropis…canda satwa
Gemerincik air pancuran
Dan bau tanah yang menggairahkan
Sekelompok petani bersarung ..menabur benih
Harap benih jadi pepohonan
Pepohonan yang kelak jadi belantara

Sementara di ujung seberang desa
Sekelompok perambah hutan
Dan bukan petani
Berdasi…aksi…melangkah pasti
Berlomba mengukur alam
Berbekal HPH yang mungkin bermakna
Habisi Penghuni Hutan
Selembar surat sakti berharga sekian  juta
Jabat  tangan bersatu mencincang alam
Menyulap mahoni, angsana, meranti, kaliandra, jati
Ekaliptus, gmelina, sengon, agathis, pinus
dan lain lain…..dan lainnya-lainnya
Menjadi…sim salabim….
Pulp, partikel board, triplex, tiang, papan, korek api,
 mobil, villa, deposito dan lain lain………dan lain lain
dan berkibarlah benderamu
lambang suci yang tak gagah lagi

Diantara batas belantara dan gubuk petani
Sekelompok perambah  hutan
Punya rancangan dan izin merusak
Punya teknisi…praktisi dan amunisi
Mengangkangi adat…habitat dan aparat
Menebang dengan sejuta alasan
Demi kepentingan negeri tercinta
Demi kejayaan bangsa di mata dunia
Demi peningkatan devisa negara
Dan masih banyak sejuta alasan yang terprogram
Siap dimuntahkannya dengan satu gerakan telunjuk

Sementara sang  tehnisi  tahu
Menanam adalah deret hitung
Dan sang praktisi tahu
Menebang adalah deret ukur

Diantara semilir angin pegunungan
Sekelompok petani… lapar dan masih bersarung
Sujud di atas lahan yang bukan miliknya
Lemah berdoa…ya Allah…ya Rabbi
Sadarkan mereka dari kebodohan makna lingkungan
Buka mata hati mereka…beri mereka rasa
Agar bisa mendengar apa kata alam
Agar bisa membaca tanda-tanda kemarahan alam.

Lihat…apa yang terjadi
Air hujan menampar sesuka hati
Tiupan angin menerjang tanpa halangan
Air-air pancuran tak lagi menetes
Anak-anak satwa yang kehilangan tempat berteduh
Dan ayunan cangkul petani
Yang semakin lemah menerjang batu

Dialam sana
Diantara ada dan tiada
Sekelompok perambah hutan
Tanpa sarung tanpa dasi
Menjerit tanpa ada yang mendengar
Meratap tanpa suara yang terdengar
Lirih penuh sesal berbisik
Anakku….
Maafkan kami yang tak bisa menjaga alam
Titipan yang kalian pinjamkan kepada kami

AziilAnwar
Majene, 4 November 1996
Pencipta puisi ini memperoleh penghargaan Kalpataru pada tahun 2003

Sandeq Ariongatta


 Iya cinna ateu
dzi lalang di pamaiu
Meloa namappalambi
Massananga maapunnai
Ilalang sajarahmu
Lopi keccu siola sawinna
Sandeq ariongatta

Takkalai usombalang
Dotai lele ruppu
Dari tia natuali dilolangang
Tania passombal mua’ mappelinoi
Lembong di tia …. Mepadottong lawuang

Mua naruao lembong narua toa’,
Tumbiringo’o na mallewaima’,
Tallango’o na mattimbaima,
Nyawa siandarang, cera’ silolonggi

Oh sandeq – sandeq’u
Kakkari dai sobalmu
Oh sandeq – sandeq’u
Maui pole lembong tallu
Sitonda….. talippurrus
Somombal toa’ ma’itai dalle’


Binanga, 12 Januari 2013

Sunday, August 12, 2012

Puisi Untuk DIANA


Detak nadi terasa resah
Iringi hentakan nafas yang melemah
Apakah aku harus pasrah
Naluriku gerah
Aku tak betah

Ayat cinta yang pernah kau kumandangkan
Riuh terngiang bagai jebakan
Virus cinta yang kau hembuskan
Indah namun sangat menyakitkan, dan
Arti cinta yang kau isyaratkan
Nyaris membuat aku berlari tanpa tujuan..dan
Ingin rasanya menerjang semua rintangan
Tuk sekedar mencicipi gelepar cinta yang kau hadirkan
Agar kau tahu betapa berharganya cinta yang ku persembahkan

Waktu berdetak semakin jauh
Isaki janjimu yang kian rapuh
Jiwa ini lemah dan semakin goyah
Altar cinta telah retak dan berangsur rebah
Yang tersisa adalah luka sukma nan parah

Aku bukan terlahir untukmu wahai sang Pemarah.



Majene,15 Juli 2012

Friday, July 20, 2012

SURAT BUAT ISTRIKU


Tak masalah aku hidup selamanya bersamamu
Tak masalah sepanjang hari-hari itu aku menderita
Menahan rasa rindu, mengingat saat pertama mengenalmu
Tak masalah..karena kau adalah istriku
Aku tak pernah menyesali mendapatkan dirimu
Meski kini kau telah berubah, dan aku tahu itu bukan maumu

Kumohon jangan pergi dariku
Cinta kita bisa berakhir, namun pasti ada senoktah kenangan manis yang pernah kita gapai
Aku tak yakin jika ada cinta lain yang menunggumu, namun aku tetap berharap
Kau selalu hadir, bersama membesarkan buah hati cinta kita

Anak-anak kita , kini mulai bertingkah lucu
Si sulung yang mulai pintar berceloteh dan adiknya yang mulai belajar melangkah
Aku yakin jika kau kembali nanti, kau mungkin menyesali
Melewati hari-hari yang hilang bersama, membesarkan mereka

Aku letih bahkan terkadang ingin menjerit
Sangat lelah, menanti kau kembali mengingat
Bahwa kehadiranmu adalah segalanya bagi hidupku dan anak2mu

Aku tahu kau takkan pernah membaca isi hatiku
Namun suatu saat nanti kau akan mengerti dan lebih mengerti
Cepatlah sehat kembali istriku……


Majene, medio July 2012

Tuesday, June 28, 2011

When the man cry


When the man cry

Sometimes I must avow mistakes that I've done
Sometimes I must understood in the wake of someone has been flown

your smile,  your angry eyes and a softly touch
admiration and amazement
dance in my mind, in my heart, in my soul

you are the meaning of my live
you're my inspiration
you gave me new spirit to love this live

Now I know what broken-heart is
since you've been gone
Now I know what love is
after you remove me from your mind
didn’t care my admiration along with the airplane's roar

a nice smile, an angry eyes and a softly touch
hand in hand across the forest
and everything you do and every word you said
it makes me such as float

you took a half of my soul along with the plane's roar

Monday, June 27, 2011

How could you do?

 HOW COULD YOU DO IT?


when nothing else but you and me
tropical fruits, hot water, night in seaport and my future dreams
I remember how it used to be

I miss those days when you'd call me with your heart
I remember how wonderful it felt the first time
I held you in my arms, and how after all those

sometimes I wonder how you do it
how can you sit back and watch yourself hurt someone so bad
and not feel any guilt
ohhh.....
you were the one who took my heart and locked it inside of yours
you placed my finger in between each of yours
and at the end
you took that heart and you shredded it to pieces
you could have just ripped it in half
then it would be easier to put back together
but instead, you tore it,
piece by piece you shredded it
and no one can fix it, no one wants to
because they look at what you made me
a man with permanent tears painted on my face
I am now just an empty void
there is no desire to want to love again

yeah....
I miss us as I remember how it used to be
when nothing else matter but you and me
but the game is over... it just a game in your mind
it just a game
I hate the fact that everybody know how much I love you, except you.
Aziil Anwar
Medio March, 2011

Friday, April 8, 2011

Kaukah Ranting itu?

KAUKAH RANTING ITU?

pernah aku berlari..........ketika itu
mencoba menggapai bayang semu
dan menitip isak rinduku
pada ranting-ranting kecilku
yang kuharap bisa..... mengusap laraku
dan kelak menemaniku... menghadang sang bayu

tahun berganti dan rantingku semakin kukuh
berani menemani sang bayu 'ntuk berdebat
bahkan sengat mentaripun dikecupnya
ya....rantingku kini semakin membara
menebar pesona diantara lara

ingin kukecup ranting kecilku
namun geliat nakal sang bayu membuatnya semakin jauh dari gapaiku
ingin  kurengkuh sang bayu
'ntuk mengerti arti duka rinduku
sia-sia....dan rinduku berubah bisu


ranting-ranting kecilku
aku rindu  mengharap sapamu
mungkinkah itu...
menanti peluk hangatmu
hanya membuat jiwa ini semakin pilu

ranting-ranting kecilku
kunanti dekapmu diujung usiaku
peluk diriku
meski itu bisa membuatmu patah
dan terhempas diantara gelisah
dekaplah aku...dekaplah aku yang resah

ranting-ranting kecilku
aku, pucuk daun, kelopak bunga dan ranum buahku
adalah cinta kasih yang hadir menemanimu
sepanjang masa...selama jiwa kita masih menyatu


Majene,8 April 2011
"ketika rindu mengalahkan rasa marahku"

Tuesday, April 20, 2010

Kutanam Pohon Dengan Hatiku


Biarkan aku dan kawan-kawanku, anak-anak kampung ini
mengambil alih tanggung jawab menjaga hutan
tak perlu seribu hektar atau bahkan sejuta pohon
seperti yang sering kalian banggakan..... 
lewat poster atau iklan seharga sejuta pohon
Kemarin.. ketika aku ke bukit, ke gunung, ke lembah
menjenguk pohon yang kalian tanam tahun kemarin
tak ada yang berubah, 
semuanya masih seperti dulu,
masih penuh alang-alang dan tanah yang telanjang
lalu kalian kemanakan bayi-bayi pohon itu…!! 




Aku cukup menanam satu pohon
untuk kebutuhan oksigenku nanti  
Dengan rencana besar kalian
orang tua di kampung kami telah berubah
dulu mereka menanam pohon, tanpa biaya tanpa proyek
dan pohon-pohon yang mereka tanam tumbuh subur, perkasa

Sekarang mereka menanam  karena mengharap upah,
mereka  menjadi buruh di atas lahannya sendiri 
Dan apa yang terjadi..?
bayi-bayi pohon  dihempas sepanjang sungai
ditumpuk, dibenamkan dalam satu lobang,
agar bayi-bayi pohon cepat habis,
dan mereka tak peduli
hidup matinya
SANG BAYI

Hanya satu dihati mereka,
tahun depan bisa bertemu kembali
berjabat tangan dengan pemilik proyek
membuang lagi, membunuh lagi bayi-bayi pohon  

Aku cukup menanam satu pohon
untuk kebutuhan oksigenku nanti